Stres Bisa Menyebabkan Pola Makan yang Berlebihan, Kenapa?

Ketika orang mengalami kekacauan emosional bisa menandakan kondisi stres. Mengutip Mental Health Foundation, stres merupakan respons tubuh terhadap tekanan keadaan tertentu dalam kehidupan.

Orang yang sedang stres akan makin bernafsu menyantap makanan berkalori tinggi dalam jumlah banyak. Mengutip Share Care, stres akan mengaktifkan hormon yang mendorong manusia untuk makan lebih banyak. Saat sedang stres, tubuh akan meningkatkan hormon kortisol, yang salah satu efeknya kenaikan nafsu makan dan rasa lapar.

Makan banyak saat sedang stres merupakan respons alamiah manusia yang sudah terwarisi oleh nenek moyang sejak Zaman Batu. Manusia zaman prasejarah akan banyak makan ketika sedang tertekan sebagai metode penyimpanan energi tambahan untuk menghadapi desakan.

Konteks manusia modern makin berbeda, terutama di perkotaan yang serba sibuk, tapi banyak aktivitas yang bisa dilakukan dalam posisi duduk. Misalnya, orang yang bekerja di kantor. Begitu juga ketika berpindah tempat, alat transportasi akan memindahkan orang yang tetap duduk atau berdiri ke jarak yang jauh.

National Center for Biotechnology Information juga menjelaskan, bahwa stres membuat pola makan tak terkendali. Itu bisa menyebabkan obesitas atau kegemukan. Orang yang sedang stres juga akan terdorong untuk menyantap secara sekaligus makanan yang mengandung karbohidrat, gula, garam, lemak.

Mengutip Everyday Health, bahwa rutinitas pola makan sebelum stres penting untuk diingat dan dicatat. Itu salah satu cara untuk mengendalikan berat badan saat stres, supaya bisa menerapkan ulang pola makan biasanya. Pilihan makanan yang rendah kalori tentu juga berpengaruh untuk mengontrol berat badan. Sambil mengembalikan pola makan, atur juga waktu untuk olahraga. Kiat lain untuk mengontrol berat badan ketika stres adalah menjaga kesadaran penuh saat mengonsumsi makanan dan minuman (mindful eating).

BANGKIT ADHI WIGUNA

Tinggalkan Balasan