Terkini Bisnis: Asal Duit Kaesang Pangarep, Saham Pilihan Lo Kheng Hong di 2022

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Kamis petang, 16 Desember 2021 dimulai dari ramai pembicaraan di media sosial soal sumber uang putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep.

Berikutnya ada berita tentang Lo Kheng Hong yang mengungkap saham-saham apa saja yang dipilihnya pada 2022 dan respons ustaz Yusuf Mansur soal gugatan kepada dirinya. Lalu ada berita tentang tanggapan asuransi swasta atas rencana penghapusan kelas rawat inap BPJS Kesehatan dan varian Omicron dinilai Luhut bukan satu-satunya penyebab ketidakpastian tahun depan.

Kelima berita itu terpantau paling banyak diakses para pembaca Kanal Ekonomi dan Bisnis Tempo.co. Berikut ringkasan dari kelima berita trending tersebut.

1. Sempat Trending di Twitter, Dari Mana Duit Kaesang Pangarep?

Pembelian saham perusahaan Frozen Food PT Panca Mitra Multiperdana Tbk. (PMMP) oleh putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep senilai Rp 92 miliar menuai sorotan.

Gara-gara membeli saham PMMP 8 persen, tagar #DarimanaDuitKaesang sempat menjadi trending topic di Twitter, Rabu sore, 15 Desember 2021. Lantas, dari mana uang Kaesang berasal?

Kaesang sudah menjadi content creator, pebisnis higga investor saham sejak usia muda. Bahkan, Kaesang menjadi Komisaris RANS Entertainment milik artis Raffi Ahmad.

Simak lebih jauh tentang Kaesang di sini.

123 Selanjutnya

2. Lo Kheng Hong Buka-bukaan Soal Saham Pilihannya di 2022: Bank, CPO, Batu Bara

Investor saham Lo Kheng Hong atau yang sering dijuluki sebagai Warren Buffett versi Indonesia buka-bukaan atas saham-saham yang dijagokannya pada tahun 2022.

Ia menyebutkan saham dari sektor perbankan konvensional, batu bara dan minyak sawit mentah atau CPO masih jadi pilihannya. Ia terang-terangan menyatakan tak berminat mengoleksi saham-saham perbankan digital.

Pasalnya, menurut Pak Lo, saham bank konvensional saat ini banyak yang menarik dengan nilai buku atau PBV (price to book value) di bawah 1 kali dan PER (price earning ratio) di bawah 10 kali. Kondisi saham bank konvensional itu juga berbeda dengan bank-bank digital dengan valuasi sangat mahal, aset kecil, dan mungkin beberapa di antaranya belum mencatat keuntungan.

Simak lebih jauh tentang Lo Kheng Hong di sini.

3. Digugat ke Pengadilan, Yusuf Mansur: Saya Bukan Penipu, Insya Allah

Jam’an Nurkhatib Mansur atau Ustaz Yusuf Mansur menanggapi gugatan wanprestasi yang diajukan oleh 12 orang ke Pengadilan Negeri Tangerang terhadap dirinya. Gugatan itu menyoal dana investasi untuk patungan usaha hotel dan apartemen haji serta umrah di Tangerang.

Yusuf mengatakan akan menghadapi gugatan sesuai prosedur. Di sisi lain, dia menampik anggapan yang menyatakan bahwa dirinya bermaksud menipu dengan usaha patungan tersebut.

“Saya bukan penipu, Insya Allah. Minta didoakan mudah-mudahan bukan jadi penipu. Apa yang jadi persoalan akan selesaikan,” ujar Yusuf dalam rekaman di Instagram pribadinya @yusufmansurnew seperti dikutip pada Kamis, 16 Desember 2021.

Simak lebih jauh tentang Yusuf Mansur di sini.

Sebelumnya 123 Selanjutnya

4. Kelas Rawat Inap BPJS Dihapus, Asuransi Swasta Soroti Mekanisme Benefit Sharing

Ramai soal rencana penghapusan kelas rawat inap di rumah sakit bagi peserta BPJS Kesehatan mulai tahun depan ditanggapi oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI).

Wakil Ketua AAUI Bidang Information and Applied Technology, Dody Dalimunthe, menyatakan, penerapan kelas standar dalam skema BPJS Kesehatan pada dasarnya sesuai dengan manfaat jaminan sosial. Yang dimaksud dengan manfaat jaminan sosial adalah memberikan manfaat dasar kepada masyarakat.

Dody menjelaskan, bagi masyarakat yang menghendaki manfaat lebih untuk mendapatkan kelas yang lebih tinggi dari haknya, ada opsi pembelian polis asuransi kesehatan tambahan dari perusahaan asuransi komersial. Pemanfaatan asuransi kesehatan tambahan itu diakomodir dengan adanya aturan BPJS Kesehatan terkait skema benefit sharing.

Simak lebih jauh tentang BPJS Kesehatan di sini.

5. Luhut: Varian Omicron Bukan Satu-satunya Penyebab Ketidakpastian pada 2022

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Indonesia masih akan dihadapkan dengan ancaman ketidakpastian global pada 2021. Penyebab ketidakpastian bukan hanya disebabkan oleh munculnya varian baru Covid-19.

“Varian Omicron bukan satu-satunya penyebab ketidakpastian pada 2022,” ujar Luhut dalam acara Economic Outlook 2022 yang digelar Jakarta Post secara virtual, Kamis, 16 Desember 2021.

Selain mutasi Covid-19, Luhut menyatakan ketidakpastian akan terdorong oleh normalisasi stimulus The Fed dan bak-bank sentral lainnya. Pengurangan stimulus bisa menyebabkan gangguan likuiditas untuk pasar negara-negara berkembang, seperti Indonesia.

Simak lebih jauh tentang Omicron di sini.

Tinggalkan Balasan